Showing posts with label Detektif. Show all posts
Showing posts with label Detektif. Show all posts

Thursday, 29 October 2015

Cerita Pendek (Cerpen) Misteri Detektif



[Ini adalah bagian cerite ke dua. Lihat bagian ke satunya di -> Jacko And The Killing Jokes ]

Jacko And The Killing Jokes [Part 2]

“Begini, kita mulai dari bapak itu, dia adalah orang yang baik, penyayang, dan berjiwa sosial yang tinggi –,“
“Menurut mereka,” ucapku memotong ucapannya
“Kita berada dalam theater yang sangat besar. Itukan yang ingin kau ucapkan,”
“Begitulah, karena itulah aku menulis “That’t Funny”, dunia ini adalah hiburan theater yang sangat besar. Ibu tiri yang baik dan bapak kandung tunggal yang jahat. Itu terdengar seperti kebalikan,”
“Kau bilang ayah bersusah payah membuatmu, jika takarannya pas kau menjadi hal yang baik. Aku rasa dalam hal ini yang kau maksud dengan membuat adalah membuat kepribadian, dan maksudmu dengan takaran adalah kebahagiaan dan kesedihan. Orang tua bukanlah mereka yang memiliki ikatan darah denganmu, tapi mereka adalah yang membuat kepribadian dasarmu, jika kasedihan dan kesenangannya pas, kau jadi pribadi yang baik,”
“Kau benar-benar mengerti apa yangku maksud,”
“Sekarang. Apa kau mau mendengar leluconku mengenai sepasang kekasih?”
“Aku rasa itu tidak perlu,” jawabku
“Kenapa?”
“Aku sudah tahu apa lelucon yang akan kau keluarkan. Kau akan mengeluarkan lelucon mengenai ucapan mereka yang tidak lebih dari omong kosong,”
“Bukan itu, kenapa kau menatapku seperti itu?,” lanjutnya
“Tatapan itu, tatapan yang seolah berkata kalau aku ini orang aneh, tatapan yang berkata kalau aku ini salah. Yang benar saja, bukan aku yang salah. Ibuku menyiksaku sebagai pelampiasan dari kekesalannya terhadap ayahku. Dia terus menerus menyiksaku, sampai pada suatu ketika dia dibunuh. Sampai sekarang aku tidak tahu siapa pembunuh itu. Jika aku bertemu dengannya aku sangat ingin berterimakasih kepadanya, karena telah menyirkirkan ibuku. Bukankah sejak awal kehidupanku sudah salah, disiksa ibu kandung dan diselamatkan penjahat,”
“Yang aku lakukan tidaklah salah, karena dunia ini sudah salah,” belanya
“Saat kau membunuh dan menangkap penjahat, keluarganya yang tidak bersalah akan sedih, tapi bisa saja penjahat itu membunuh orang lain jika seandainya dia tidak ditangkap. Selalu ada reaksi,”
“Kau ingin berkata kalau status sama sekali tidak bisa membuktikan apapun, yang benar atau salah, begitukan,” ujarku
“Begitulah, statusmu sebagai detektif dan statusku sebagai penjahat, itu sama sekali tidak membuktikan apapun,” ucapnya sambil berlari dan mendaratkan pukulan
“Bukan itu maksudku.” Ucapku sambil menghindari pukulan itu
Dia meraih sebuah pisau dan mengayunkannya secara brutal. Cih, pisau lagi. Panggung ini sangat luas, jadi aku bisa menghindari serangannya, tapi panggung ini terlalu luas sampai tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Aku melepaskan baretku dan melemparkannya ke wajahnya. Saat pandangannya teralihkan, aku berlari sambil sedikit membungkuk dari samping. Lalu memberinya tendangan keras yang membuatnya terbang ke kursi penonton.
Aku melompat dan mendarat di atas tubuhnya. Lalu mendaratkan pukulan beruntun dengan tangan kanan sambil mengikat tali di tempat ikat pinggannya..
TAP
Dia menahan pukulanku dan membalas seranganku dengan pukulan yang membuat posisi kami bertukar. Kini dia yang memberi banyak pukulan. Tanganku perlahan memegang kaki kursi. Lalu menghantamnya dengan kursi itu. Secara otomatis dia menyingkir dariku.
Kami perlahan berdiri dan menghapus darah di bibir kami. Lalu dengan cepat dia berlari dan memberikan pukulan, tapi aku bisa menghindarinya dan membalasnya dengan sebuah tendangan keras yang membuatnya kembali tiduran di lantai.
“Menyerahlah. Pengalamanku lebih banyak darimu.” Ucapku sambil melangkah menghampirinya
Pandanganku secara tidak sengaja terpaku ke pisaunya yang tergeletak di dekatnya. Ouh shit. Dengan cepat dia meraih pisau itu dan melesatkannya. Pisau itu berhasil merobek lenganku. Dia berdiri dan memberiku pukulan keras. Kini aku yang tiduran.
Aku bediri sambil menahan rasa sakit di tanganku. Dia meraih kursi dan aku melakukan hal yang sama. Dia berlari, tapi langkahnya terhenti mendadak sambil melontarkan kursi itu. Aku berhasil menghindarinya, tapi dia meraih semua kursi di dekatnya satu per satu dan melontarkannya ke arahku. Aku berhasil menghindarinya, hanya saja sebagian. Aku tiduran di lantai dan saat aku bangun, dia sudah melarikan diri.
***
“Kelelahan setelah lari malam,” ucapku mengejutkannya
“Kenapa kau bisa tahu aku disini?” tanyanya heran
“Tali ini,” ucapku sambil menunjukkan tali yang terikat denganku dan terikat dengan tempat ikat pinggang di celananya
“Sejak kapan kau memasang ini?”
“Haduh, kenapa penjahat selalu banyak tanya, tapi baiklah aku akan menjawabnya. Saat aku berada di atasmu dan memberimu banyak pukulan. Saat itu tangan kananku menghajarmu dan tangan kiriku memasang tali ini,”
“Hah, jadi kau ingin tanding ulang?”
“Tidak juga, aku membawa polisi,” ucapku dan disaat yang bersamaan rombongan polisi datang
“Itu curang,”
“Tidak ada yang namanya curang dalam perang, karena kata itu diganti menjadi cerdik.” Timpalku

- End –

Cerita Misteri Detektif Asah Otakmu!




Cerita Misteri Detektif Asah Otakmu! - Cerita merupakan sebuah karya tulis yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Dari sekian banyak genre atau jenis cerita, salah satu yang paling banyak diminati adalah cerita misteri. Kenapa orang-orang suka cerita misteri, jawabannya mirip dengan alasan kenapa kau suka orang yang misterius, yap, bikin penasaran.

Sekarang kita beralih membahas detektif secara sekilas. Banyak detektif terkenal seperti sharlock holmes (favorit TS), dan detektif lainnya. (Lupa lagi namanya). Detektif-detektif itu selalu memiliki ciri khas. Sebagai contoh Sharlock Holmes yang memiliki kemampuan analisa yang luar biasa dan pengetahuan luas mengenai hal sepele, atau detektif Jacko yang memecahkan kasus dengan cara 'Berjalan Mundur'.

Baiklah, aku rasa cukup pemanasannya, langsung saja berikut ceritanya.

Jacko And The Killing Jokes
Aku berkelana di internet. Sudah beberapa menit aku berkenala untuk mendapatkan informasi mengenai 4 korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang aneh, bahkan lebih aneh daripada aku. Aku menyebutnya Killing Jokes, karena dia menulis “That’s Funny” di dekat korban menggunakan darah.
Ouh iya, perkenalkan aku detektif Jacko, tapi orang-orang lebih mengenalku sebagai komedian, padahal aku selalu serius.
Baiklah, akhirnya aku selesai dengan data korban.
Korban 1 & 2 : Jane & Angga
Seorang kekasih yang sudah menjaling hubungan yang lama dan selalu bermesraan. Dibunuh di gang yang gelap dengan banyak luka sayatan. Luka sayatan di Angga lebih banyak. Mereka berdua seorang pelajar.
Korban 3 : Mario
Seorang bapak dari 2 orang anak. Istrinya meninggal 7 tahun lalu. Dikenal sangat penyayang dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Tewas di pinggir jalan dengan banyak luka pukulan di sekujur tubuhnya. Kemungkinan besar di bunuh sepulang kerja.
Korban 4 : Margaret
Seorang ibu tiri yang kemungkinan besar membenci anak tirinya. Mengurus urusan rumah tangga dengan baik, kecuali dengan anaknya. Ditemukan tewas di rumahnya dengan luka sayatan yang sangat banyak.
Semua korban itu memiliki permasaan, yaitu di dekat mayat mereka terdapat tulisan “That’s Funny”. Selain itu entah apa. Mungkin juga pelakunya lebih dari satu orang dan mungkin pelakunya adalah seorang psychopath, karena sepertinya pelaku sembarangan memilih korban.
Aku meraih foto ke-empat korban dan memperhatikannya. Aku menyimpulkan kalau pembunuh itu seorang kidal yang bernyali tinggi dengan tinggi sekitar 171 cm. Apa? Kau mau aku menjelaskan bagaimana aku bisa mengetahui hal itu?
Aku memperhatikan satu sayatan di ke tiga korban pada bagian depan yang berasal dari kanan ke kiri dan letak sayatan itu pada ke 3 korban tidak jauh berbeda. Banyak sayatan di bagian dengan, jadi tentunya pembunuh itu menyerang dari depan, itu memerlukan nyali. Lalu arah sayatannya dari kanan ke kiri, itu berarti dia seorang kidal. Kemudian letak sayatan itu tidak jauh berbeda, itu menunjukan tinggi bahu pria itu, karena pada dasarnya ayunan pisau pertama seseorang tidak jauh berbeda dengan posisi bahunya.
Pembunuhan ini sudah terjadi lebih dari seminggu yang lalu, jadi akan sulit bagiku untuk memecahkan kasus ini dengan melakukan pemutaran mundur yang biasa aku lakukan, karena kondisi di sekitar TKP berbeda dengan kondisi seminggu lalu.
Oh iya, sebelum ini aku juga telah taruhan dengan Fredy, jika aku menjadi orang pertama yang memecahkan kasus ini, aku menang, dan jika tidak, tentu aku kalah.
Sepertinya sekarang ini polisi sedang mengumpulkan informasi. Aku rasa beberapa jam lagi mereka akan melacak Killing Jokes, sedangkan aku, beberapa menit lagi aku akan pergi bersenang-senang, aku mau pergi ke tempat hiburan.
***
Aku menikmati pertunjukan theater bersama popcorn, sedangkan aku rasa polisi itu sedang kebingungan melacak Killing Jokes sekarang.
Setelah selesai menonton theater, aku menonton theater yang lain dan sedikit berbincang ringan dengan aktor disana. Kemudian aku terus pergi mencari hiburan lain, sedangkan aku rasa polisi itu terus mencari Killing Jokes.
***
“Hay, kalian pastinya tahu mengenai lagu kasih ibu’kan?”
“Tapi tahukah kamu, lagu itu berubah jika ibu yang dimaksud adalah ibu tiri
Kasih ibu, tiri
Kepada beta, beti
Tak terhingga sepanjang masa, bodo
Hanya memberi, gope
Taharap kembali, cepe
Bagai sang surya menyinari dunia, lain,”
“Ngomong-ngomong soal ibu tiri, beberapa waktu yang lalu gue ke rumah ibu tiri orang lain. Anaknya nangis mulu, disuruh tidur sama ibu tirinya gak mau. Akhirnya gue turun tangan, eh malah di halang-halangin gak boleh masuk kamar, yaudah gue nidurin ibunya.”
“... Bentar dulu, gue nidurin ibunya, supaya dia gak ngelahangin gue masuk kamar anaknya. Kan dia gehalang-halangin gue masuk kamar anaknya, ya gue curiga dong, ditambah lagi anaknya nangis. Kan mulia banget tujuan gue nidurin ibunya.”
“Bicara soal ibu, rasanya gak lengkap kalau gak ngomongin bapak. Meskipun gak sebaik ibu, mungkin, tapi bapak juga penyayang. Beliau capek-capek buat kita, dari tepung, tapioka, garam, gula, sama terigu, kalau takarannya pas jadi cakep, kalau kebanyakan gula jadi manis sampai kejanji-janjinya, kalau kebanyakan garam jadi asing sampe ke ketiaknya,”
“Wekawekawekawekawkwkwkwk, itu tidak lucu,” timpalku datar sambil naik ke atas panggung
“Siapa kau? Pergilah sebelum aku memanggil ... security!!” panggilnya
“Tidak perlu repot-repot memanggil security, karena disini ada seorang detektif yang lebih baik dari security,” balasku
“Ayolah, kau mengacaukan pertunjukannya, karirku sebagai stand up komedian baru saja naik daun,”
“Tapi sayangnya daun yang kau gunakan daun kering dan akhirnya kau pun terjatuh. Kau menjadikan korban pembunuhanmu menjadi bahan lelucon, itu sama sekali tidak lucu,” timpalku
“Hey, kenapa kalian diam?” ucapku sambil memutar pandangan ke penonton
“Aku bilang pembunuhan!” akhirnya penonton berhamburan keluar
“Cih, kau sukses ngacaukannya tuan, terimakasih!”
“Sudah aku bilang kau yang mangacaukannya sendiri, jika kau tidak mengambil bahan dari pembunuhanmu, hal ini tidak akan terjadi, berhentilah menyalahkan orang lain, Dheni,”
“Tapi itu adalah bahan yang sangat lucu,”
“Pembunuhanmu sama sekali tidak lucu,”
“Lalu kenapa para penonton tertawa?”
“Karena mereka tidak mengerti apa maksud dari candaanmu itu,”
“Lalu apa kau mengerti maksud candaanku?”
“Kau bilang kau pergi ke rumah ibu tiri orang lain, itu artinya kau menusup kesana. Kau juga berkata anaknya terus menangis dan menolak permintaan ibunya yang menyuruhnya tidur, berarti anak itu takut padamu dan ibunya berusaha menenangkannya. Terakhir, kau berkata akhirnya kau turun tangan, tapi kau dihalangi ibunya, akhirnya kau nidurin ibunya, itu artinya ibunya mengorbankan dirinya untuk anak tirinya. Kau membunuhnya,”
“Cyahahahahaha!!! Kau benar-benar mengerti maksud dari leluconku. Lalu kenapa kau tidak tertawa? Bukankah itu sangat lucu? Hahahaha ... hah. Sepertinya selera humor kita berbeda. Orang bilang ibu tiri itu jahat dan ibu kandung itu baik, tapi ibu tiri anak itu bahkan melindungi anak itu sampai akhir, dan ibu kandungku menyiksaku sampai akhir. Itu terdengar seperti kopi tanpa gula yang manis dan madu yang pahit, hahaha,” ucapnya sambil melangkah perlahan
“Itu hal yang sangat lucu, tapi hal itu tidak ada apa-apanya dengan sepasang kekasih dan bapak yang aku bunuh ,”
“Begini, kita mulai dari bapak itu, dia ...
- Bersambung –

Sekarang tunggu sebentar, apa kau tahu apa maksud dari lelucon mengenai bapak yang Dheni keluarkan? Kita lihat apa tebakanmu benar di part selanjutnya. -> Jacko And The Killing Jokes [part]2

Monday, 26 October 2015

Cerita Misteri Detektif Tembakan Pisau Di Kepala

Cerita Misteri Detektif Tembakan Pisau Di Kepala


Ini Part 2nya, part 1nya baca di Cerita Misteri Detektif

Jacko And The Headshot With Knife [Part 2]
Keesokan harinya kasus yang aku tangani berada di depan koran, tapi mereka tidak mencamtumkan namaku, mereka hanya mencamtunmkan nama polisi yang lelet itu. “The HeadShot With Knife TERTANGKAP, Tapi Korbannya Masih BERTAMBAH”

Ouh, shit. Aku masih belum bisa mengambil uang taruhanku dari Fredy. Sepertinya keberuntungannya membuat kasusku lebih rumit.

***

Aku duduk santai di kursi depan rumahku yang nyaman, tapi sayangnya suasana kota di pagi hari tidaklah nyaman, ditambah hari ini adalah hari senin. Kemacetan merajalela. Aku meraih kopiku di atas meja dan meminumnya sebagai bahan bakar otakku.
Apa kemarin ada yang aku lewatkan? Tidak, tidak ada yang aku lewatkan, kecuali ....

***

Aku mencuci mukaku untuk penyegar tubuh setelah seharian beraktivitas. Aku manatap cermin dan melihat seseorang berdiri di belakangku dengan pisau. Ouh, shit. Pisaunya melesat dengan cepat. Aku melompat dan berhasil menghindar. Aku menendang meja dan bersembunyi di baliknya.

Sudah aku duga, menunggu ditemukan lebih praktis daripada menemukan. Aku mendengar langkah kakinya yang perlahan mendekat. Lalu berlari dan mengayunkan pisaunya. Aku menahan tangannya dan memberinya pukulan keras di hidung menggunakan siku. Lalu merebut pisaunya.
“Seharusnya aku sadar kalau kalian sudah lama berpacaran dan pria itu menemuimu untuk memberitahukan bahwa dia akan membunuh korbannya yang selanjutnya. Sejak awal aku sedikit curiga kalau kau ada kaitannya dengan pembunuhan itu. Kecantikanmu sama sekali tidak bisa membodohiku, seperti kata pepatah, jangan menilai buku dari sampulnya, tapi nilailah dari harganya,” ujarku kepada perempuan cantik di toko kemarin
“Diamlah! Kau seenaknya memenjarakannya. Kau tidak tahu apa-apa!”
“Tentu aku tahu, kalian sama-sama mendapatkan masalah dengan orang-orang di sekitar kalian. Orang-orang di sekitar kalian selalu menganggu kalian, karena itulah kalian memutuskan untuk membunuh mereka. Kau selalu digoda saat bekerja, jika kau melawan penggoda itu, kau takut bosmu akan memecatmu, dan di zaman sekarang ini sucup sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Orang-orang selalu ingin memiliki wajah cantik sepertimu, tapi mereka tidak berpikir dampak dari memiliki wajah cantikmu itu, karena itulah kau merasa tidak ada yang mengerti dirimu,”
“Yang kau ketahui tidak lebih dari sebutir pasir,”
“Justru sebaliknya, yang kau ketahui tidak lebih dari sebutir pasir. Kau bisa menyelesaikan masalah ini dengan berbicara, tapi kau sangat kaku dan payah dalam bicara, akhirnya kau memilih cara yang kurang tepat,”
“Diamlah!”
“Disini aku yang memegang pisau, jadi aku yang seharusnya memberi perintah. Oh iya, seharusnya kau tidak memberiku pisau. Akan sangat disayangkan jika wajah cantikmu itu tergores, dan mungkin saja pacarmu tidak akan menyukaimu lagi. Cyahahahaha!!” tawaku semakin nyaring dan ayunan pisauku lama kelamaan semakin cepat. Aku berhasil membuat beberapa goresan di tubuhnya sampai dia tidak berdaya lagi.
“Terkadang pembunuh menjadi yang dibunuh.” Ucapku sambil memasang seringai. Tiba-tiba sirine polisi terdengar. Lalu dengan cepat aku melukai lenganku sendiri.
Polisi itu mendobrak pintu dan mengarahkan pistol ke arah kami
“Huh, untung saja polisi datang. Aku tarik kalimatku yang mengatakan bahwa kalian selalu datang terlambat. Pisau itu hampir saja menancap di kepalaku jika tanganku tidak mengorbankan diri,”
“Apa dia pembunuhnya?” tanya seorang polisi
“Hey, aku ini detektif. Kalian tidak lihat luka di tanganku. Jika aku tidak membuatnya tidak berdaya, dia akan membuatku tidur nyenyak malam ini,” timpalku
“Dia detektif, aku mengenalnya, meskipun dia lebih dikenal sebagai komedian,” tambah salah sari dari mereka
“Lihat. Sekarang bisakah kalian membantuku, darah ini terus melarikan diri dari tubuhku.”

***

Haduh, tadi itu hampir saja ketahuan, tapi untung saja aku berhasil membodohi mereka. Ternyata tadi ada pejalan kaki yang mendengar kegaduhan di rumahku dan melapor polisi. Aku kira mereka berhasil melacak pelakunya. Akhirnya aku menjelaskan keterkaitan perempuan itu dengan laki-laki yang baru saja aku jebloskan kepada polisi. Sesudah itu aku kembali bersantai di rumah.

Aku duduk sambil menggulung tanganku yang terluka. Oh iya, ngomong-ngomong soal kejadian tadi, aku hanya ingin meluruskan suatu hal. Aku bukanlah seorang psychopath, aku hanya memiliki keinginan untuk menghabisi seorang penjahat, terlebih jika aku pisau di tanganku. Kenapa aku hanya memiliki keinginan untuk menghabisi seorang penjahat? Aku memiliki alasan tersendiri, tapi aku tidak akan memberitahumu sekarang.

Aku beranjak dari kursi dan melangkah menuju jendela. Meneropong jauh keluar. Memperhatikan percikan bintang yang menaburi gelapnya langit malam. Sekarang satu kasus telah aku urus, tapi sensasi ingin melukai seseorang ini masih muncul. Aku harus bersabar dan menunggu kejahatan yang selalu bergulir.

- End –
Next Case : Jacko And The Killing Jokes [Coming Soon]

Gimana sob? Tebakannya bener salah?

Kalau punya kritikan atau suatu hal yang ingin disampaikan silahkan komentar. Ditunggu, ya.

Cerita Misteri Detektif Siapkan Otakmu Untuk Menebak Alurnya

Cerita Misteri Detektif Siapkan Otakmu Untuk Menebak Alurnya


Cerita Misteri Detektif - Cerita merupakan sebuah karya tulis yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Dari sekian banyak genre atau jenis cerita, salah satu yang paling banyak diminati adalah cerita misteri. Kenapa orang-orang suka cerita misteri, jawabannya mirip dengan alasan kenapa kau suka orang yang misterius, yap, bikin penasaran.

Sekarang kita beralih membahas detektif secara sekilas. Banyak detektif terkenal seperti sharlock holmes (favorit TS), dan detektif lainnya. (Lupa lagi namanya). Detektif-detektif itu selalu memiliki ciri khas. Sebagai contoh Sharlock Holmes yang memiliki kemampuan analisa yang luar biasa dan pengetahuan luas mengenai hal sepele, atau detektif Jacko yang memecahkan kasus dengan cara 'Berjalan Mundur'.

Baiklah, aku rasa cukup pemanasannya, langsung saja berikut ceritanya.

Jacko And The Headshot With Knife
Cairan merah itu kembali aku lihat. Mengganggu saja, sejujurnya aku tidak keberatan dengan hal itu, tapi yang membuatku terganggu adalah polisi yang terus memperhatikan korban dengan pisau di kepalanya dan wartawan yang terus mengambil foto. Biarlah, aku abaikan saja.

Aku perlahan melangkah menuju cipratan darah korban dan memperhatikan cipratan itu seperti aku memperhatikan gebetanku. Kemudian melempar pandangan ke mayat itu. Aku membungkuk dan memutar pandangan ke sekeliling. Lalu mencolek darah itu dan menjilatnya. Asing, manis, segar, dan tidak enak. Aku hanya membutuhkan waktu 2 menit di ruangan ini, sementara mereka memerlukan berjam-jam di ruangan ini. Mereka hanya memperhatikan hal besar menurut mereka, menurutku di dunia ini tidak ada hal besar, karena semuanya terdiri dari hal kecil.

Oh iya, namaku Jacko. Aku seorang detektif, tapi orang-orang lebih mengenalku sebagai komedian. Alasannya....
“Hey Jacko!” sapa temanku Fredy sambil melangkah cepat menghampiriku
“Kasus baru lagi hah?” ucapnya sambil sedikit menaikkan alis kanannya
“Kau mau kita taruhan. Jika aku membongkar kasus ini lebih cepat, aku yang menang, dan jika polisi atau detektif lain lebih cepat, kau yang menang. Benar’kan?” tebakku
“Ya, begitulah. Darimana kau tahu?”
“Terlihat jelas dari jaketmu,” jawabku datar
“Hahahaha, lelucon itu semakin lucu saja. Baiklah, aku anggap kau setuju.” Itulah alasannya mereka lebih mengenalku sebagai komedian, padahal aku serius tentang jaketnya itu. Jaketnya kemarin tipis, lebih tepatnya sakunya, tapi tiba-tiba saja menjadi penuh tadi, ditambah wajah bahagianya itu, dan arah datangnya. Aku dapat menyimpulkan kalau dia habis dari perjudian dan memenangkan banyak uang. Akhirnya dia merasa sedang beruntung dan mengajakku taruhan. Aku memperhatikan hal-hal kecil dan menarik kesimpulan, seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, di dunia ini tidak ada hal besar, karena semua hal terdiri dari hal kecil. Yah, seharusnya dia tidak mencemari keberuntungannya dengan bertaruh denganku.

Aku berjalan di sungai manusia, maksudku terotoar. Aku mampir sejenak di toko penjual buah dan sayuran. Oh iya, mereka juga menyediakan jus buah. Aku duduk santai dan memanggil pelayan. Seorang pelayan dengan wajah standar menoleh ke arahku.
“Bukan kau, tapi pelayan cantik di sampingmu.” Ujarku tanpa beban
***
Setelah beberapa saat akhirnya pesananku datang
“Ini minuman Anda,”
“Bisa kita bicara sebentar,” ucapku memotong langkah pelayan cantik itu
“Tentu,” jawabnya sambil memasang senyum jenis terpaksa
“Kau suka pria berotot yang tinggi?”
“Ya. Tunggu sebentar, apa Anda detektif Jacko?”
“Ya, begitulah. Senang rasanya ada yang mengenalku sebagai detektif,”
“Saya dengar Anda bisa membaca pikiran orang, apa itu benar?”
“Sejujurnya tidak. Aku hanya memperhitungkan beberapa hal kecil. Lalu aku menarik ke simpulan. Contohnya aku memperhatikan beberapa hal darimu dan menyilmpulan kalau kau baru saja bertemu dengan pria idamanmu,”
“Waw, darimana Anda tahu hal itu?”
“Terlihat jelas dari toko ini,”
“Hahaha. Apa yang bisa Anda ketahui selain hal tadi?”
“Kau juga mendapatkan alamatnya, tapi sayangnya kau lupa alamatnya,”
“Ups, maaf, tapi Anda salah mengenai hal itu,”
“Usaha yang bagus. Apa kau bisa menyebutkan alamatnya?”
“Tentu,”
***
TOK! TOK! TOK!
“Ada apa?”
“Maaf mengganggumu malam-malam begini, tapi kau punya kencang dengan polisi di kantor polisi,” jawabku datar
“A-apa maksudmu?”
“Tadi, kau keluar dari rumah untuk bersiap membunuh seorang pria. Di perjalanan kau mempir ke sebuah toko penjual jus. Lalu memesang minuman, dan berbincang dengan pelayan cantik, karena kau buru-buru akhirnya kau pergi dari toko itu dengan minumanmu. Kemudian kau menemui target, tapi target itu menyadari kehadiranmu, karena panik akhirnya kau meneteskan jusmu dan melempar pisau itu. Pisau itu tepat mengenai kepala targetmu. Akhir cerita kau berhasil membunuh targetmu,”
“Jangan seenaknya mengarang cerita,”
“Aku tidak mengarang cerita, bisa dibilang, barusan aku melakukan apa yang kau lakukan secara terbalik. Kau mengawalinya dengan keluar rumah dan mengakhirinya dengan tempat korban, sedangkan aku mengawalinya dengan tempat korban dan mengakhirinya di rumahmu,”
“Dari mana kau tahu apa yang sudah aku lakukan?”
“Kau ini banyak sekali bertanya, tapi baiklah. Aku akan memuaskan rasa ingin tahumu. Aku tahu dari tetesan jus yang kau jatuhkan di lantai, rasanya asing, manis, segar, dan tidak enak. Tetesan itu jauh dari posisi korban, jadi mustahil kalau itu darah korban. Sepertinya polisi memerlukan waktu yang lama untuk menyadari kalau itu adalah jus dan bukan darah, mereka terlalu fokus ke mayat itu. Aku mencari tempat dimana kau menemukan jus itu. Jus itu masih segar, itu artinya kau baru saja darisana dan tempatny tidak jauh,”
“Kau bisa membunuh korbanmu dengan sekali lemparan. Itu memerlukan kekuatan yang besar dan itu artinya kemungkinan besar kau adalah seorang laki-laki. Di toko itu ada seorang perempuan cantik, merupakan hal wajar jika seorang laki-laki tertarik kepada perempuan. Sepertinya kalian saling tertarik, lalu memulai obrolan, saling mengenal, dan blablabla. Akhirnya aku mendapatkanmu. Hal yang membuat seseorang bertahan di atas panggung adalah kekhususan atau keunikan, jika aku memaparkan semuanya, maka keunikanku bisa menjadi keunikan umum,”
“Kau memang pintar, tapi payah,” ledeknya sambil menabrakku dan melarikan diri
“1 ... 2 ... 3,” pria itu kembali bersama polisi
“Kau pikir orang pintar macam apa yang tidak menghubungi polisi saat menyergap kriminal,”
“Polisi selalu datang terlambat, maaf aku tidak bermaksud menyinggung, karena itulah aku melakukan obrolan panjang denganmu,” ujarku sambil berjalan menjauhinya
“Oh iya, semoga kencanmu menyenangkan.” Ucapku dengan nada tinggi dari jauh

Keesokan harinya kasus yang aku tangani berada di depan koran, tapi mereka tidak mencamtumkan namaku, mereka hanya mencamtunmkan nama polisi yang lelet itu. “The Headshot With Knife TERTANGKAP, Tapi Korbannya Masih BERTAMBAH”

- Bersambung -
Coba tebak siapa pelaku yang satu lagi dan alasannya.

Udah? Sekarang coba baca -> Jacko And The Headshot With Knife [part 2]

Viral Wisuda Madrasah

   Viral Joget Tiktok di Wisuda Madrasah