Showing posts with label Cerpen Komedi. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Komedi. Show all posts

Saturday, 11 May 2019

Cerpen Lucu 2019 Bukan Pencurian Biasa | Cerita Pendek

Cerpen Lucu 2019 Bukan Pencurian Biasa | Cerita Pendek

Cerpen Lucu 2019 | Cerita Pendek - Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu karya tulis yang bisa dibilang cukup banyak diminat. Peminatnya tidak kalah banyak dengan peminat novel. Cerpen memiliki unsur-unsur yang percis dengan novel, tapi bedanya, cerpen habis dibaca dengan sekali duduk, sedangkan novel, mungkin harus beberapa kali duduk ... hehe.

 Dan percis seperti novel juga, cerpen memiliki beberapa genre seperti novel. Salah satu genre yang digemari adalah komedi, dan seperti judul di artikel ini, admin akan berbagi tentang cerpen komedi.

Bukan Pencurian Biasa
Pada malam hari yang sepi dan sunyi, dua orang pencuri baru saja melaksanakan aksinya dengan lancar dan mulus. Mereka telah berhasil merampok sebuah rumah. Kedua maling itu bernama Fahri Gede Etane dan Aryo Panjang Anune.


Setelah mereka melakukan aksinya, mereka diwajibkan untuk melapor kepada bos mereka, bos Rudi. Namun karena kelelahan, mereka akhirnya beristirahat sejenak sambil berbincang ringan.
"Hasil maling kali ini gede banget," ucap Fahri.
"Iya, alhamdulillah," timpal Aryo, "Semoga penghuni komplek ini semakin kaya semua."
"Amiin."
"Biar kita bisa rampok mereka lagi," sambung Aryo.
"Ngomong-ngomong, hasil rampokan lu ada aja?" tanya Fahri.
"Lumayanlah. Ada laptop, handphone. Kalau lu, dapat apa aja?"
"Dapet umroh."
"Yang bener?"
"Kagak jugasih."

 Tak lama kemudian, bos mereka pun datang.
"Kayaknya lagi pada bahagia nih," ucap bos.
"Oiya dong," jawab Fahri, "Kita dapat tangkepan besar."
"Coba gue lihat."
Fahri pun menunjukkan hasil jarahannya dengan penuh kebanggan, namun si bos malah menampar wajahnya.
"Itu barang gua kamfret!" teriak bos dengan penuh emosi.
"Ya, kita kagak tahu," ucap Fahri.
"Masih mending kita cuma ambil segini," ujar Aryo, "Tadinya kita mau maling istri bos."
"Dasar otak udang lu berdua," maki bos, "Balikin barangnya."
Fahri dan Aryo pun memberikan hasil rampasan mereka kepada bos.
"Udah semua?" tanya bos.
"Iya, udah," jawab Aryo.
"Eh, tunggu dulu, itu kaos punya gua, 'kan? Buka!"
"Enggak bos, ini punya kita."
"Alah bohong! Cepet buka."
Fahri dan Aryo tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya bisa menuruti perkataan bos mereka itu.
"Itu, celana juga punya gue, 'kan? Lepas!"
Celana Fahri dan Aryo pun terlepas.
"Itu kolornya, eh jangan deng, nanti malah keluar belut. Yaudah, sekarang kalian pergi! Cepat!"
Aryo dan Fahri pun pergi dengan perasaan kecewa. Kemudian setelah mereka berjalan cukup jauh, bos bergumam pelan, "Dasar bego, mau aja gue bohongin."

- Tamat -
Baca cerpen lucu lainnya di - Cerpen Komedi

Tuesday, 11 April 2017

Cerita/Cerpen Horror Komedi Kisah Nyata


Yoo, guys, biasanya ane sering share cerbung atau cerpen yang dengan sengaja dirahasiakan kebenarannya, nah, sekarang ane mau ngeshare pengalaman creepy yang berbalut ghaib. Dan berhubung kalo pake kata 'ane' itu berasa aneh, jadi enaknya pake kata 'gue' aja ya, biar kerasa kek yg lagi ngobrol gitu.

Pertama, ini kejadian udah ada sekitar setahun yang lalu, saat dimana gue lagi kehilangan 'suatu' hal yang bkin hidup gue seru gitu. Dan berhubung berasa gak ada kerjaan, gue coba-coba cari hal berbau ghaib dengan cara gue sendiri.

Jadi begini caranya, setiap jam 11 malem, gue ngerekam suara via ponsel di kamar gue, dan paginya gue check rekaman itu pake aplikasi edit video, ngeliat ada suara apa aja yang kerekam. Karena katanya, kita emang sulit bahkan gak bisa lihat makhluk astral, tapi lebih mungkin kalo ngedenger suara mereka, ya bisa aja gue ngerekam percakapan rumpi kuntilanak, kan bagus buat bahan cerita.

Hari pertama cuma ada suara cicak sama toke, dan suara pintu yang kebuka, mungkin itu ortu atau sodara gue.

Tapi gue gak berhenti melakukan hal itu, gue ngelakuin hal itu sekitar 4 kali. Dan berbuah hasil, gue ngedenger suara kek gelombang elektromagnetik, ya walau pun gue gak terlalu yakin sih. Dan sialnya, suara itu ngikutin gue.

Jadi pas gue bangun tengah malem dan berjalan ngelewat ponsel, suara itu kedenger, dan kian lama makin jauh seiring langkah kaki gue. Lalu kedenger suara gue nutup pintu dan kembali ke atas kasur, dan kedenger suara yang sama pas gue lewat. Suaranya agk susah dijelasin, pokoknya kek suara gelombang elektromagnetik.

 Bahkan ketika gue main komputer jam 2 subuh, suara itu kedenger, dan ngilang sekitar jam 4, atau pas adan awal. Tapi yang paling bikin gue kaget setengah idup, gue ngedenger suara babi di salah satu rekaman gue.

Waktu itu ponsel gue disimpan di lantai atas, yang emang 'katanya' ada sesuatu di atas sana. Besoknya, di jam yang sama, sekitar jam 11 lebih, gue bangun dan bertingkah normal selagi nunggu kali aja suara babi itu terdengar lagi.

Dan bener aja, suara itu kedenger, walau agak pelan. Gue pun beranikan diri mendekati suara tersebut, lebih tepatnya gue pergi ke lantai atas. Suara itu makin jelas. Dan ternyata ..., itu suara bapak gue yang ngorok.

Oke, next, cerita kedua klo yg ini serius. Waktu itu gue nemenin bapak ke rumah temennya yang lumayan agak jauh dan di pinggir jalannya pun memang masih banyak pepohonan, dan kebetulan juga harinya udah sore banget.

Nah, pas gue lewat di suatu jalan. Secara kebetulan gue ngelirik ke pinggir jalan, disana dinding, lumayan tinggi, emang gak ada yang aneh dengan dinding itu, tapi di atas dinding itu ada cewek terbang dengan badan yang cuma separo. Gila, gak tuh? Refleks, gue langsung nanya ke bapak gue, dia lihat hal yang sama gak? Tapi katanya dia gak ngeliat apapun.

Gak berselang lama, gue udah sampai di tempat tujuan. Setelah ngasih duit, gue sama bapak pun kembali pulang. Ke khawatiran pun langsung menyerang. Gue mikir, apa gue bakal liat hal yang tadi lagi?

Dan ternyata, walau pun masih lumayan jauh dari tempat yang tadi, gue udah bisa lihat wanita itu, tapi setelah mata rabun gue diperjelas, ternyata itu cuma orang-orangan sawah.

Ketiga, mungkin cerita pertama dan kedua emang keanggap sepele bahkan kocak mungkin, tapi jangan berharap kalau yang ini juga gitu. Gue serius. Lo pasti tahu game charlie kan? Bukan charlie yang mirip uchiha itachi, ini charlie hantu. Singkatnya gue maen permainan itu di perpustakaan sekolah, di pojokan, gak ada siapapun, dan gak terjadi apa-apa.

Keempat, kalo kadar cerita yang ketiga masih kurang, kini gue naikin lagi creepynya. Lagian cerita yg ketiga cuma pemanasan biar lo gak terlalu terkejut. Jadi gini, gue yakin lo pernah denger soal hantu dan cermin, dua hal itu emang kadang sangat terikat gitu.

Dan gue pernah baca dengan menatap diri kita lama-lama dan berkedip perlahan sambil menatap cermin, kita bisa melihat 'sosok' yang menyeramkan.

Gue praktekin, kali aja dapat pengalaman seru yang bisa dibikin cerita. Nah, pas gue lakuin, ternyata bener, ada sosok yang menyeramkan dan itu adalah diri gue sendiri, tapi maksudnya bukan gue buruk rupa, tapi diri gue di dalam cermin itu perlahan berubah. Kulitnya berubah jadi item, dagunya membesar, matanya jadi ijo, dan begitulah, cobain aja sendiri.

Gak berbahaya kok, buktinya gue masih idup dan nulis cerita ini. Dan usut punya usut, ternyata hal itu sangatlah masuk akal. Bisa dibilang otak kita yang mengolah informasi perlahan jenuh dan sulit tuk fokus, sehingga objek yang dilihat berubah.

Lima, ini sebenernya bukan murni cerita gue, ini cerita mamah gue. Waktu itu dini hari, pas gue lagi duduk, tiba-tiba saja mamah menghampiri dengan ekspresi cemas. Lalu berkata "Kak, mendingan kakak jangan sering bangun malem, tadi juga pas mamah kebangun malem, mamah denger ada yang ketawa-ketawa. Pokoknya kakak harus hati-hati."

 Sebenernya gue ini bukan type pembangkan, dan gak bermaksud membangkan, tapi meskipun sudah diperingati, gua tetep bangun malem, karena yang ketawa malem-malem itu gue sendiri.

Oke, sebenernya masih ada kisah lainnya, tapi berhubung kakak gue udah minta buat make komputernya dan sebagai adek yang baek dan tamvan, gue undur diri dulu.


Contact Author

Facebook : Salman Alparizzi
Instagram : @salmanalparizzi

Sunday, 30 October 2016

Cerpen Komedi Lucu Alami



Cerpen Komedi Lucu Alami



Cerpen Komedi Lucu Alami - Cerpen atau cerita pendek pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, nenek-nenek yang baru lahir pun tahu apa itu cerpen. Tapi tidak ada salahnya juga jika kita lebih memperdalam ilmu kita mengenai Cerpen.

Cerpen lebih pendek dari novel, lebih tepatnya tidak lebih dari 10.000 kata
Cerpen hanya membahas satu konflik sampai selesai dan tidak memperlihatkan titik balik yang dialami tokoh
Cerpen biasanya hanya terdidi dari beberapa tokoh saja
Dan masih banyak hal yang menjadi ciri cerpen lainnya.

Oke, sesuati dengan judul artikel ini, gue akan membagikan sebuah cerpen bergenre komedi.

The Good Day

            Sinar matahari pagi sama sekali tak nampak, padahal ini sudah pukul setengah tujuh pagi. Riki masih saja terdampar di atas kasurnya, meskipun harusnya ia bersekolah hari ini. Nyanyian ayam jantan memasuki telinganya, perlahan matanya terbuka, lalu menutup lagi.
            “RIKI BANGUN!!! UDAH JAM 7!!!” teriak ibunya walau pun masih jam 06:30. Akan tetapi, hal itu berhasil membangunkan Riki, ia bergegas menuju toilet, dan mandi kilat. Setelah selesai ia bergegas mengenakan seragam putih abunya walau itu hari rabu dan harusnya mengenakan batik.
            Setelah selesai Riki pun langsung berlari menuju tempat dimana ia biasa memberhentikan angkot. Nampak mobil berwarna putih merah, ia pun memberhentikan mobil itu. Angkot itu sudah penuh memang, tapi berhubung Riki berpikir kalau waktu itu sudah pukul 7, akhirnya Riki pun memasuki angkot itu.
            Riki duduk bersebelahan dengan perempuan cantik, namun sayangnya dalam bentuk ayam. Riki bersebelahan dengan ayam betina. Sepanjang jalan ia berusaha sekuat tenaga menahan bau ayam itu.
            Sekolahan Riki sudah nampak. Riki langsung memberhentikan angkot dan membayar ongkos walau sekolahnya masih berjarak beberapa meter lagi. Menurutnya lebih baik berjalan kaki sejauh beberapa meter daripada berudaan bersama ayam.
            Untung saja, ketika ia sampai di kelas, guru masih belum masuk. Riki melempar pandangan ke jam dinding di kelas. Jam itu menunjukkan pukul tujuh lebih lima menit. Riki sedikit aneh memang, mana mungkin semua kejadian itu hanya berlalu selama lima menit, tapi Riki tidak telalu ambil pusing dengan hal itu.
            Riki menaruh tasnya di kursi dan mengistirahatkan kakinya.
“Kok, lo pake PSAS sih,Ki? Seragam batik lo mana?” tanya Joni, teman sebangkunya
“Hadeuh! Gue lupa,”
“Hooh, BTW, PR Fisika udah, Ki?”
“Yaudahlah,” balas Riki santai
“Boleh liat nomor 7? Gue tinggal satu nomor laginih,” pinta Joni
“Liat?!” Riki memicingkan matanya
“Jangan liat! Nyontek aja,” ucap Riki
“Hehehe, gue kira lo gak bakal ngasih gue contekan,” ujar Joni
“Bentar,” Riki membuka tasnya. Lalu mengobok-ngobok isinya, namun ia tak menemukan bukunya. Akhirnya ia pun ingat kalau buku Fisikanya masih di atas meja belajar
“Astaga naga! Gue lupa bawa buku Fisika,” wajah Riki mulai pucat
“Mampus lu, bisa-bisa lu direbus dilarutan garam,” ucap Joni
“Cih, gue ngerjain lagi di buku lain ajalah.” Riki mulai menyiapkan buku dan pensilnya. Kemudian melakukan aksi tanya sana-sini, dan liat sana-sini. Ia memang harus bergegas, karena Fisika adalah pelajaran pertama.
            Dengan skill tangan kilatnya, Riki berhasil menyelesaikan tugas Fisika. Sesaat kemudian datanglah seorang guru yang berkata kalau guru fisika tidak bisa masuk karena ada panggilan dari dinas. Entah itu kabar baik atau buruk untuk Riki, disatu sisi ia sudah cape-cape mengerjakan tugas Fisika, disatu sisi ia tak perlu bertatapan dengan pak Doni Maung, guru Fisika.
            Jam pelajara pertama dan kedua berlalu dengan sangat membosankan. Suasana kelas pun tak berisik, semua siswa berada di bangkunya masing-masing, tapi mereka tidak mengerjakan tugas, mereka hanya memainkan ponselnya masing-masing. Keheningan itu akhirnya sirna ketika pak Asep Kobra memasuki ruangan dan mengumumkan kalau sekarang ulangan dadakan.
            Sontak pengumuman itu mengejutkan semua siswa, tapi sifat pak Asep Kobra yang tegas tak menghiraukan hal itu. “Jika kalian memang tidak ingin ulangan, silahkan untuk keluar kelas dan main diluar, tapi jangan harap kalian tuntas pelajaran bapak.” Itulah pesan yang keluar dari mulutnya yang tajam.
            Riki yang sama sekali tidak belajar semalam dan kurang tidur, hanya bisa bengong melihat soal ujian matematik di hadapannya. Perlahan pandangannya bergeser ke arah pak Asep Kobra. Perhatian pak Asep tengah teralihkan koran di hadapannya. Tangan Riki langsung mengeluarkan ponselnya dan memasuki mesin pencari.
            “Pelanggan yang terhormat, maaf, kuota internet Anda sudah habis”. Sial!, gerutu Riki. Akhirnya dia hanya bisa memanfaatkan kemampuan mata elangnya.
            “Baiklah, waktunya sudah habis. Silahkan dikumpulkan.” Ujar pak Asep. Para murid langsung mengumpulkan kertas ulangan mereka, tak terkecuali Riki.
            Pak Doni pamit, ia keluar dari kelas. Dan para muris pun langsung membahas tentang ulangan tadi. “Gila, soal setiap murid beda!”
KREK
            Suara hati Riki yang remuk ketika mendengar ucapan murid di belakangnya. Murid lain pun mengiyakan ucapan murid itu.
            Kejadian demi kejadian buruk menimpa Riki, namun untung saja dia bisa melewati harinya di sekolah. Kini Riki berada dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Dia berjalan di jalan kecil dengan petakan sawah di pinggirnya.
            “Haah~ kenapa hari ini gue sial banget, ya,” pikirnya. Seketika itu juga ada serangga yang menabrak jidatnya. “Tuh kan, gue sial.”
            Pandangan Riki tanpa sengaja terpaku ke sapi besar yang tengah memakan rumput di pinggir jalan. Ketika melihat sapi itu Riki langsung bersykur. Mungkin kamu bingung, “Lho, kok lihat sapi aja bersyukur?”
            Ketika melihat sapi itu, Riki langsung berpikir “Untung saja yang tadi nubrug jidat gue serangga, gimana kalo sapi itu yang nubrug jidat gue.”
            “Untung tadi gue masih bisa naik angkot, kalo enggak bisa kesiangan. Untung tadi pak Doni Maung gak dateng, kalo ketahuan buku gue ketinggalan, gue bisa dibikin lalab. Dan saat gue mentok ulangan MTK, itu adalah sebuah pelajaran berharga buat gue, gue harus lebih rajin belajar.”
            “Saat lo liat orang pake mobil sementara lo pake motor, bersykurlah, orang lain ada yang pake sepeda. Dan saat lo pake sepeda, bersyukurlah, orang lain ada yang jalan kaki. Dan saat lo jalan kaki, bersyukurlah, orang lain ada yang lumpuh. Dan ‘kalau’ lo lumpuh, bersyukurlah, orang lain ada yang udah modar.”

- Tamat -

Friday, 15 April 2016

Cerpen Komedi Dijamin 100% Lucu

Cerpen Komedi Dijamin 100% Lucu


Cerpen Komedi Dijamin 100% Lucu - Cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra yang banyak disenangi masyarakat, juga bisa diterima di semua kalangan, karena cerpen juga seperti cerita lainnya, ada cerpen untuk anak-anak, remaja, dan juga dewasa. Oke kali ini saya akan mengshare sebuah cerpen yang pastinya lucu.

Sebelum ke cerpennya, kita bahas dulu sedikit tentang cerpennya, ya. Dalam sebuah cerpen terdapat beberapa tokoh (antagonis & protagonis), dan dalam cerpen juga terdapat alur atau jalannya sebuah cerita (alur maju, alur mundur, dan alur campuran), juga dalam cerpen terdapat setting (setting waktu, tempat, dan lain-lain)

Oke, sekarang barulah kita ke cerpennya.

Kesedihan Yang Terbalut Tawa

            Angga adalah seorang remaja normal yang lulus sekolah seperti remaja lainnya. Sadar tidak bisa terus saling melempar canda dengan teman-temannya seperti dulu, Angga mengajak teman-temannya untuk bermain di salah satu rumah temannya setelah kelulusan. Akhirnya setelah kelulusan, mereka memutuskan untuk bermain di rumah Radit yang terletak di pedasaan, dengan alasan supaya mereka bisa bersenang-senang di sebuah desa yang tenang, maklum, kehidupan mereka di sekolah jauh dari kata tenang.

            Angga diam mematung menunggu teman-temannya di pinggir jalan. Sesekali Angga melirik jam yang menempel di tangannya. Angga sudah 9 menit menunggu, tapi tidak satupun batang hidung temannya terlihat.

            Angga memutar lehernya, mengecek apakah salah satu temannya sudah datang, dan ternyata teman-temannya sudah berada di sampingnya.
“Sejak kapan kalian sampai disini?” tanya Angga bingung
“Sejak kami sampai,” balas Alpa datar
“Kita mengobrolnya di perjalanan saja. Kita harus cepat-cepat sebelum matahari berada di atas kepala kita, bisa-bisa nanti kita kepanasan,” ucap Radit sambil melangkahkan kakinya, diikuti oleh teman-temannya
“Ngomong-ngomong, sesampainya disana apa yang akan kita lakukan?” tanya Alpa
“Bukankah rumah Radit masih jauh,” balas Reza
“Tidak ada salahnya untuk merencakanan sesuatu,” timpal Alpa
“Mungkin kau benar,” ucap Radit setuju
“Bagaimana kalau bermain sepak bola?” saran Reza
“Itu terlalu biasa,” tolak Alpa
“Kelereng?” saran Reza lagi
“Itu terlalu kekanak-kanakan,” tolak Alpa lagi
“Kejar-kejaran?”
“Itu baru permainan laki remaja,” ucap Alpa setuju
“Bukankah bermain kejar-kejaran sama biasa dan kekanak-kanakannya dengan 2 permainan sebelumnya?” tanya Angga bingung
“Berisik!” bentak Alpa
“Kau tidak tahu kesenangan saat bermain kejar-kejaran yang sebenarnya,” timpal Reza
“Apa maksudmu?” tanya Angga bingung
“Akan aku tunjukan,” ucap Reza sambil menghampiri seorang bapak-bapak botak yang sedang membungkuk, mencari sesuatu. Tanpa aba-aba Reza langsung memberikan sebuah tendang di bokong pria itu. Akhirnya pria itu secara otomatis tersungkur ke pinggir jalan
“Aaa! Aku tidak percaya kau melakukan hal hina seperti itu Angga,” fitnah Reza sambil menunjuk Angga
“Beraninya kau bocah!” ucap pria itu marah

            Angga langsung tancap gas, disusul oleh pria itu dan teman-temannya. Semua urat di wajah bapak itu menonjol, dan wajahnya sudah merah saga, menunjukkan kalau dia sudah marah maksimal.
“Dengan begini Angga tahu ekstrimnya bermain kejar-kejaran dan kita bisa lebih cepat sampai. Angga sudah tahu jalan menuju rumahmu’kan?” tanya Reza sambil berlari
“Ya.” Jawab Radit singkat sambil terus berlari

            Setelah berlari dikejar-kejar maut, Angga akhirnya sampai di depan rumah Radit, disusul oleh teman-temannya yang sudah terguyur keringat. Angga memutar matanya ke rumah putih sederhana dengan 2 jendela di antara pintu kayu. Rumah yang mengahap ke deretan petak sawah itu terkesang sangat tenang.
“Tadi itu hampir saja. Entah bagaimana aku bisa lolos dari buldoser itu,” ucap Angga dengan nafas terengah-engah
“Baiklah. Sebelum kita pergi ke gubug kecil atau rumah kecil di tengah-tengah sawah itu, aku akan mengambil makanan dulu,” ucap Radit
“Ide bagus, makanan gratis selalu enak,” balas Alpa

Tiba-tiba terdengar sebuah suara pintu terbuka yang disusul oleh suara “Rupanya kau sudah pulang anakku,” yang berasal dari ayah Radit yang tidak lain dan tidak bukan adalah pria yang tadi mengejar Angga
“Dia cepat sekali sampainya,” gumam Angga pelan
“Angga, kau ingin dikuburkan dimana?” tanya Alpa datar, dan Angga hanya diam dibekukan ketakutan
 “Oh, kau yang tadi menendang bokongku, ya?” tanya ayah Radit sambil melakukan pemanasan
“Maaf,” ucap Angga pelan
“Baiklah, kali ini kau aku maaf’kan, tapi jika terulang kembali. Aku akan melepaskan kepalamu seperti aku melepaskan tutup botol,” ucap ayah Radit sambil kembali ke dalam rumah
“Huh. Untung dia orang yang pemaaf,” ucap Angga lega
“Ayo masuk,” ajak Radit
“Tidak, terimakasih. Aku lebih suka disini,” jawab Angga cepat
“Baiklah,” balas Radit sambil masuk ke dalam rumahnya
“Oh iya, ngomong-ngomong, apa kalian tahu detektif Canon?” tanya Alpa mendadak
“Entah kenapa rasanya ada yang salah dalam pertanyaanmu itu,” ucap Reza sambil membenarkan kacamatanya
“Aku ..., tidak tahu. Memangnya siapa dia?” tanya Angga penasaran
“Dia adalah karakter fiktif seperti kita. Dia memakai kacamata yang membuatnya terlihat keren. Kebanyakan karakter berkacamata selalu keren, tapi entah kenapa dalam cerita ini, karakter berkacamatanya malah yang paling error,” ujar Alpa
“Aku rasa yang dikatakan Alpa ada benarnya. Cobalah untuk terlihat keren, jika kau berusaha kau pasti bisa. Coba ucapkan kata-kata bijak dari detektif Canon itu,” ucap Angga kepada Reza
“Kau yakin?” tanya Reza ragu
“Trust me, it works,” jawab Angga sambil menepuk bahu Reza
“Baiklah akan aku coba,” balas Reza
“Detektif juga manusia, bukan Tuhan yang tahu segala,” ucap Reza sambil memantulkan cahaya matahari dari kacamatanya
“Bagaimana apa aku terlihat keren?”
“Kau terlihat konyol,” jawab Alpa datar
“Entah kenapa, jika kau yang menyebutkannya, kalimat itu terdengar berbeda,” tambah Angga
“Ya sudahlah, sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk menjadi orang seperti itu. Lagipula orang yang sifatnya sepertiku ini sangatlah langka. Setahuku selain aku hanya ada satu orang yang mirip denganku,” ucap Reza
“Benarkah? Siapa dia?” tanya Angga penasaran
“Orang yang membuat cerita ini,” jawab Reza
“Entah kenapa aku tidak terkejut,” ucap Alpa datar
“Ya sudahlah, lagipula hal itu tidak penting. Oh iya, kalian tahu lelucon tok tok?” tanya Angga
“Ouh, lelucon itu. Aku tahu. Memangnya kenapa?” balas Alpa
“Aku punya lelucon tok tok yang bagus,” jawab Angga
 “Tok tok,” ucap Angga
“Siapa disana?” balas Alpa
“Angga,”
“Ouh, silahkan keluar,”
“Bukan begitu sialan!” bentak Angga
“Sudahlah, lagipula aku sudah menduga kalau leluconmu itu tidak lucu,” balas Alpa datar
“Setiap kali kau mengeluarkan leluconmu, hanya 1 orang yang tertawa, dan itu adalah dirimu sendiri,” lanjut Alpa
“Alpa benar, jika kau terus mengeluarkan lelucon garing tanpa kuah, pembaca akan kabur sebelum selesai membaca cerita ini,” tambah Reza

            Alpa dan Reza terus bersikeras bahwa lelucon yang hendak dikeluarkan Angga itu akan garing. Sedangkan Angga bersikeras bahwa lelucon yang hendak dikeluarkannya akan bagus. Kalau menurutmu bagaimana?
 “..., lihat, tidak ada yang menjawab. Itu artinya mereka kebingungan mendeskripsikan lelucon payahmu itu,” ujar Reza
“Sudah cukup. Hayati sudah tidak kuat,” ucap Angga sambil bersujud
“Lihat, sudah kubilang leluconnya tidak lucu,” ucap Reza
“Sudah cukup mengenai leluconku!” bentak Angga
“Maaf, sudah membuat kalian menunggu lama. Tadi sudah aku bilang sebaiknya kalian menunggu di dalam,” ucap Radit sambil keluar dari rumahnya dengan rantang di tangan kanannya
“Baiklah, ayo kita pergi ke tempat bersenang-senang kita,” ajak Radit sambil melangkahkan kakinya, disusul oleh teman-temannya.

            Radit berjalan perlahan di pinggir petakan sawah dengan teman-temannya berbaris rapih di belakang mengikutinya. Sesekali teman-temannya memutar mata ke hewan di sawah, seperti kodok yang melompat-lompat seperti pocong, kecebong yang tenggelam, dan belut yang terkubur dalam lumpur.

            Setelah bejalan melewati sungai besar dengan lebar 30 cm. Lalu melewati komodo, atau lebih tepatnya cucu komodo yang sering disebut kadal. Kemudian mengalahkan naga ajaib yang bisa berubah warna di sebatang pohon. Naga yang kamu kenal dengan sebutan bunglon. Akhirnya Radit dan teman-temannya sampai di pohon yang berjarak 10 meter dari gubug kecil. 10 detik kemudian akhirnya mereka sampai di pohon mangga, barulah setelah itu mereka sampai di pohon jeruk nipis. Kemudian mereka sampai di gubug kecil yang mereka tuju.
“Pemandangan disini lumayan juga,” ucap Alpa sambil terus memutar matanya, menikmati setiap inci keindahan yang tersaji
“Biasanya kita melihat si Didi Maung yang menyeramkan, jadi wajar saja kalau pemandangan ini terlihat indah,” balas Reza
“Oh iya. Apa kalian masih ingat dengan Didi Piton?” tanya Alpa
“Oh ya, bagaimana aku bisa lupa. Waktu itu aku hendak pergi ke wc, aku sudah meminta izin kepada KM. Saat aku membuka pintu kelas, untuk pertama kalinya aku melihat wajah Didi Piton, dan aku langsung berkata ‘Allahhu’akbar!’. Setelah itu aku tidak bisa duduk dengan nyaman selama seminggu,” ucap Reza
“Benar. Dia bisa menangkap siswa yang mencoba kabur dari sekolah dengan cara mengejar, lalu membelit murid na’as itu, karena hal itulah dia disebut Didi Pitong, selain karena tubuhnya yang subur. Dia adalah salah satu dari 7 legenda guru killer, jadi wajar saja kalau dia bisa seperti itu,” tambah Angga
“Ya, begitulah. Memangnya kenapa?” tanya Radit kepada Alpa
“Tidak ada,” jawab Alpa datar
“Lalu kenapa kau menanyakannya,” gumam Angga pelan
“Hey. Bagaimana kalau kita bermain sesuatu?” saran Reza
“Terserah, yang penting jangan main kejar-kejaran,” balas Angga
“Kalau perang-perangan?” saran Alpa
“Itu boleh juga, tapi jangan terlalu berlebihan, bisa saja gubug ini nanti runtuh,” ucap Radit
“Aku mengerti,” ucap Alpa sambil berdiri tegak dan menatap Reza tajam
“Reeeezzaaaaa!!” teriak Alpa
“Aaalpaaaa!!” balas Reza

            Reza dan Alpa saling berlari menghampiri satu sama lain. Kemudian Reza perlahan melayangkan tinjunya, perlahan, benar-benar perlahan. Alpa juga perlahan menghindari serangan Reza, tapi sayangnya Alpa tidak sempat dan akhirnya dengan berat hati menerima serangan dari Reza.
“Khhuuuaaaakkkhhh” ucap Alpa kesakitan, dan tentu saja dengan lambat
“Khuak. Aku mati,” ucap Alpa sambil tiduran
“Huh. Tadi itu pertandingan yang sangat sengit,” ucap Reza dengan nafas terengah-engah
“Sengit apanya?” tanya Angga pelan
“Kesempatan!” teriak Radit sambil berlari menghampiri Reza. Tiba-tiba saja kaki Alpa bergerak, menyandung kaki Radit. Radit nyaris terjatuh dari gubud dan meluncur ke sawah. Kaki Radit sudah berada di sisi gubud. Alpa berdiri pelahan sambil menatap Reza tajam. Kemudian mereka saling mengangguk satu sama lain.
“It’s sparta!” teriak Alpa sambil menendang Radit, membuat Radit terjun dengan bebasnya ke sawah. Alhasil Radit beserta pakaiannya langsung terhiasi lumpur
“Woy! Kau terlalu berlebihan!” teriak Radit marah
“Sudahlah, jangan berlebihan. Lagipula rumahmu dekat dari sini,” balas Alpa datar
“Ya ampun. Bahkan di pedasaan yang sunyi, jika ada kalian kesunyiannya langsung menghilang,” ucap Radit sambil naik ke atas gubug
“Iya-iya. Aku minta maaf,” pinta Alpa
“Tapi kalau dipikir-pikir, setelah ini mungkin kita justru akan merindukan kebisingan seperti ini,” ucap Angga yang membuat semuanya terdiam, menciptakan keheningan selama beberapa saat
“Setiap kali ada pertemuan, selalu ada perpisahan. Rumah kita terpisahkan jarak yang sangat jauh, mungkin saja ini adalah hari terakhir kita bermain bersama,” lanjut Angga
“Bicara apa kau ini? Jarak sama sekali tidak bisa menjauhkan persahabatan. Lagipula sekarang ini sudah jaman modern,” sangga Alpa
“Tetap saja, meskipun kau berbicara begitu ....” ucap Angga pelan
Reza menghela nafas panjang. Kemudian berkata “Alpa benar, setelah ini kita akan sering bermain bersama, karena kita masuk ke SMA yang sama, ditambah lagi nilai UN kita tidak jauh berbeda, dan nilai kita lebih dari cukup untuk masuk ke SMA yang kita tuju,”
“Eh?! Kenapa kalian tidak memberitahuku!” bentak Angga kesal

            Liburan Angga dan teman-temannya berjalan dengan penuh kegembiraan. Terutama bagi Angga, karena pada awalnya Angga menganggap bahwa liburan itu adalah liburan terakhirnya bersama teman-temannya. Jadi anggaplah liburanmu adalah liburan terakhirmu, dengan begitu kau akan lebih menikmati liburanmu, lagipula belum tentu kau bisa berlibur seperti itu lagi.


- Tamat -

Nah, itulah cerpen yang bisa saya bagikan.

Jika Kamu Tertarik untuk membuat cerpen artikel ini akan sangat membantu -> Tips dan Cara Membuat Cerpen

Dan Jika Kamu Mau melihat-lihat dan mencari referensi lainnya, silahkan klik ->  Kumpulan Cerpen

Baiklah, sekian artikel kali ini semoga membantu dan menghibur, jangan lupa datang lagi, ya ...

Thursday, 14 April 2016

Cerpen / Cerita Fabel Komedi Lucu Terbaru

Cerpen / Cerita Fabel Komedi Lucu Terbaru

Cerpen Fabel Komedi Lucu Terbaru – Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya tulis yang banyak digemari. Seperti cerita lainnya, cerpen juga memiliki beberapa genre, seperti horror, romance, comedi, ada juga fable.

Dalam sebuah cerpen terdapat beberapa tokoh (antagonis, protagonist), dan alur (alur maju, alur mundur, alur campuran).

Dalam cerpen juga ada sebuah konflik atau permasalahan yang dibahas dalam cerpen tersebut.

Nah, kali ini dalam artikel ini saya akan memberikan sebuah contoh cerpen fable komedi. Check this out

Kisah Di Balik Kucing Yang Makan Di Warteg
Oleh : Muhammad Salam Alparizzi

            Angin malam mengelus bulu di sekujur tubuh Carsen dengan lembut. Carsen berjalan dengan 4 kaki mungilnya. Carsen masuk ke sebuah saluran pembuangan untuk bertemu dengan teman-temannya. Ya, Carsen adalah seekor gajah, maksudku tikus.

            Semua hewan memiliki banyak rahasia yang tidak diketahui manusia. Contohnya para tikus yang melakukan pertemuan rahasia untuk membahas hal yang rahasia di tempat rahasia, seperti sekarang ini.

            Bahan diskusi para tikus kali ini adalah para kucing yang mengalami masa jaya. Kelompok kucing mengalami masa jaya karena anjing yang merupakan musuh abadi mereka sedang berurusan dengan pembasmi anjing liar.

            Semua tikus di kota hadir dalam acara tersebut. Acara tersebut dipimpin oleh Ayah Carsen yang bernama Bagas. Bagas naik ke atas panggung, dan bersiap untuk melontarkan beberapa kata.
“ Kita adalah tikus!. Kita adalah pencuri, tapi kucing sering mencuri hak kita belakangan ini. Aku tahu kucing berada di atas kita pada rantai makanan, tapi Aku berumpah akan mengembalikan hak kita kembali! “ Seru Bagas yang diikuti seruan dari tikus-tikus lainnya.
Carsen perlahan mengacungkan kakinya. Setelah Carsen menjadi pusat perhatian, Carsen berkata “ A-aku memiliki sebuah usulan “
           
            Setelah Carsen menjelaskan usulannya, usulan itu akan dilaksanakan 4 hari mendatang. Waktu terus bergulir tanpa henti. Tidak terasa, sekarang usulan Carsen sedang dilaksanakan. Para tikus menunggu waktu yang tepat untuk beraksi. Saat petugas penjara anjing liar tertidur pulas, para tikus langsung beraksi.

Beberapa tikus masuk melalui pipa pembuangan, dan ada juga yang masuk ke dalam pentilasi udara. Semua tikus itu masuk ke penjara anjing. Semuanya berjalan lancar, sampai beberapa ekor kucing tiba-tiba muncul dari tempat sampah.

Geng kucing mendesak rombongan tikus di pojok ruangan. Geng kucing bersiap menyantap tikus, ada yang menajamkan kukunya menggunakan batu asahan, dan ada juga yang memakai celemek beserta garpuh dan sendok.

Tiba-tiba Carsen muncul di belakang geng kucing dengan beberapa anjing di belakangnya. Carsen membebaskan beberapa anjing selagi tikus lain mengalihkan perhatian geng kucing.
Carsen memainkan kumisnya sambil berkata “ Aku rasa ini yang disebut dengan membalikan situasi “
“ Astaga. Jadi ini yang namanya membalikan situasi “ Ujar pemimpin geng kucing terkejut.
Ketua kucing memainkan kumisnya sambil berkata “ Apa ini termasuk? “. Tiba-tiba anjing-anjing di belakang Carsen melepaskan kulit mereka, ternyata mereka adalah kucing yang menyamar menggunakan kostum anjing.
“ Menyerahlah “ Suruh ketua kucing
“ Tidak akan! “ Balas Carsen tegas

Di tengah ketegangan itu tiba-tiba seorang petugas datang. Semua mata tertuju pada sang petugas yang baru saja join. Tiba-tiba petugas itu melepaskan pakaian dan kulitnya, ternyata itu adalah rombongan tikus-tikus sebesar kucing yang menyamar. Tikus-tikus itu merupakan bala bantuan.

Situasi berbalik lagi. Kawanan tikus berhasil memberi pelajaran terhadap kucing. Hal ini menyebabkan beberapa kucing trauma dan takut kepada tikus. Akhirnya kucing-kucing yang trauma memutuskan untuk makan di warteg, meskipun mereka mendapatkan beberapa tendangan karena hal itu. Para tikus akhirnya berhasil menggeser rantai makanan yang sudah ditakdirkan.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah, buanglah sampah pada tempatnya, maksudku dengan niat, usaha, dan sifat pantang menyerah, kita bisa menggapai hal yang kita inginkan dan merubah takdir.

- Tamat –

Itu dia cerpen yang saya buat. Jika Kamu Mau Melihat Cerpen-Cerpen Yang Lain, Bisa Lihat Di ->  Kumpulan Cerpen


Dan Jika Kamu Tertarik Untuk Membuat Cerpen, Artikel ini akan sangat membantu -> Tips dan Cara Membuat Cerpen

Monday, 11 April 2016

Cerpen Komedi Lucu Terbaru Gokil Abis

Cerpen Komedi Lucu Terbaru Gokil Abis


Cerpen Komedi Lucu Terbaru Gokil Abis – Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya tulis yang sudah tidak asing lagi, nah sekarang dalam artikel kali ini saya akan membahas mengenai cerpen atau cerita pendek

Cerpen memiliki banyak rasa, ada romance, horror, drama, dan lain-lain, tergantung selera.

Dalamn cerpen terdapat beberapa pemain (antagonis, dan protagonist), selain itu cerpen juga memiliki sebuah alur (Alu maju, alur mundur, dan alur campuran)

Itung-itung Ngabuburit

            Angin berhembus dengan lembut sambil menyisiri debu di taman. Matahari sedang sangat bersemangat sore ini. Di sebuah taman yang entah ada atau tidak, hiduplah 3 orang remaja yang bernama Joni, Jimmy, dan Ucup. Mereka sedang mengalami masalah yang sering melanda di bulan ramadan, yaitu masalah kelaparan.
“ Aku lapar “ Keluh Jimmy
“ Aku bahkan lapar dengan ekstrak bosan, “ Balas Joni
“ Bosan ya ... Bosan ... Bagaimana kalau kita bermain kejar-kejaran, “ Saran Ucup
“ Tidak. Itu permainan yang kekanak-kanakan, “ Tolak Jimmy
“ Bagaimana kalau kita bermain lompat tali?, “ Saran Joni
“ Itu sama saja, “ Tolak Jimmy
“ Petak umpet, “ Saran Joni
“ Itu baru permainan laki remaja, “ Ucap Jimmy setuju
“ Bukankah bermain petak umpet sama kekanak-kanakannya dengan bermain kejar-kejaran atau lompat tali ... “ Ucap Ucup
“ Berisik!, “ Bentak Jimmy sambil memukul Joni
“ Kenapa Aku yang di pukul?, “ Tanya Joni marah
“ Kau transferkan saja pukulannya ke Ucup, “ Ucap Jimmy
“ Baik, “ Ucap Joni sambil memukul Ucup
“ Ini, “ Ucap Jimmy sambil memukul Joni pelan
“ Kenapa Kau memukulku pelan?, “ Tanya Joni heran
“ Itu biaya adminnya, “ Jawab Jimmy datar
“ Kalian itu sungguh egois. Aku tidak mau ikut bermain, “ Ucap Ucup kesal
“ Ucup ... Sebenarnya Aku ... Tidak peduli, “ Balas Jimmy
“ Ayo kita main. Itung-itung ngabuburit, “ Ucap Joni
“ Tunggu dulu. Setelah dipikir-pikir, Aku akan ikut bermain, “ Ucap Ucup berubah pikiran
“ Baiklah, tapi Kau tidak boleh egois, “ Ucap Jimmy dingin
“ Yang egois itu kalian. “ Balas Ucup

            Akhirnya mereka bersiap untuk melakukan hompimpah untuk menentukan siapa yang jaga. Ketegangan menyelimuti taman itu. Mereka saling menatap tajam satu sama lain. “ Hompimpah alaihum gambreng “ Ucap mereka serempak sambil melakukan hompimpah. Akhirnya hasil hompimpah yang sengit ini dapat terlihat. Mereka semua sama-sama membalikan tangannya.
“ Ucup Kau yang jaga, “ Ucap Jimmy mendadak
“ Tunggu dulu, kalian membalikan tangan sepertiku, “ Sangga Ucup
“ Tapi Kau berbeda, “ Balas Jimmy
“ Kenapa?, “ Tanya Ucup
“ Kau memakai jam tangan sedangkan kami tidak, “ Jawab Jimmy
“ Mana ada hal yang seperti itu “ Sangga Ucup
“ Sudah kubilang jangan egois, “ Balas Jimmy dingin
“ Ayo kita mulai, “ Ajak Joni
“ Baiklah, “ Ucap Ucup mengalah
“ Tungggu dulu, sebelum Kau menghitung Aku akan menyampaikan beberapa aturan mainnya. Yang pertama, tidak boleh ada yang pergi ke rumahnya, ke-2 Kau harus menghitung sampai 50, tanpa melompati urutan angkat, terakhir, Kau tidak boleh mengintip, “ Jelas Joni
“ Iya-iya, Aku sudah tahu semua hal itu. “ Ucap Ucup

            Ucup menutup matanya sambil menghadap ke sebuah pohon besar. Ucup memulai hitungan pertamanya, dan teman-temannya langsung tancap gas. Ucup terus mengabsen angka dari 1 sampai 50. Setelah selesai mengabsen, Ucup berbalik dan mulai mencari teman-temannya. Ucup terus melangkahkan kakinya untuk teman-temannya. Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya Ucup berhasil menemukan seorang penjual es kelapa muda. Ucup memutar matanya ke jam tangannya yang berkata bahwa sekarang sudah pukul 6 kurang. Akhirnya ucup menghampiri pedagang es kelapa itu untuk membeli 1 bungkus es kelapa.

            Ucup kembali melangkahkan kakinya untuk mencari teman-temannya, tapi batang hidung mereka tidak terlihat sedikitpun. Tanpa sengaja Ucup lewat di depan rumahnya. Akhirnya Ucup memutuskan singgah di rumahnya sebentar untuk menghilangkan rasa lelah.
“ Tuh’kan. Sudahku kira Kau akan pergi ke rumahmu. Untung saja kami berjaga disini “ Ucap Jimmy yang berada di halaman rumah Ucup bersama Joni
“ Kalian melarangku pergi ke rumahku, tapi kalian berada disini. Mana mungkin Aku bisa menemukan kalian kalau begitu, “ Ucap Ucup kesal
“ Ada apa dengannya?. Apa kepalanya terbentur?, “ Tanya Joni heran
“ Tidak, masih belum. “ Jawab Jimmy dengan wajah datar

            Tiba-tiba telinga Ucup yang super peka mendengar sesuatu yang tidak asing lagi di telinganya.
“ Ini, suara adzan “ Gumam Ucup dalam hati. Ucup langsung berdo’a dan menyambar es kelapa muda yang tadi Dia beli
“ Assalammu’alaikum “ Ucap Jimmy sambil mengambil handphonenya, ternyata itu suara handphone Jimmy dan bukan suara adzan. Sontak hal itu membuat Ucup tertegun.
“ Jadi Kamu gak puasa lagi. Harusnya Kamu itu malu sama teman-teman Kamu yang lagi puasa, “ Ucap Ayah Ucup sambil keluar dari rumah dan menghampiri Ucup
“ Dasar anak tak tahu diuntung!, “ Bentak ayah ucup sambil melayangkan memukul ke kepala Ucup
“ Nah, sekarang kepalanya sudah terbentur, “ Ucap Jimmy kepada Joni
“ Ini hanya salah paham pak. Tanya saja ke Jimmy dan Joni, “ Ucap Ucup
“ Iya pak. Sebenarnya kami sudah melarang, tapi Ucup tetap saja nekat melakukan aksi bejadnya itu, kami sebagai teman turut prihatin, “ Ucap Jimmy tanpa beban
“ Sekarang Kamu ikut bapak, “ Ucap ayah Ucup sambil menjewer Ucup dan menyeratnya masuk ke rumah
“ Selamat tinggil Ucup. Semoga Kau tenan di alam sana. Mengheningkan cipta, mulai, “ Ucap Jimmy sambil menundukan kepada dan mengheningkan cipta bersama Joni selama beberapa saat.
Joni mengangkat kepalanya bersama Jimmy. Kemudian Joni bertanya “ Sekarang bagaimana?, “
“ Kita pulang saja, “ Jawab Jimmy sambil melangkahkan kakinya dengan Joni yang mengikutinya dari belakang
“ Hm?. Suara adzan, “ Ucap Jimmy pelan
“ Kau benar juga, “ Balas Joni sambil mengambil roti di sakunya kemudian berdo’a dan melahap rotinya
“ Sepertinya itu suara handphoneku, “ Ucap Jimmy dengan wajah polosnya
“ Buset!, “ Ucap Joni terkejut
“ Hey, Kau mempermainkanku?, “ Tanya Joni kesal
“ Tidak juga, “ Balas Jimmy datar
“ Lalu kenapa Kau menggunakan ringthone suara adzan?, “
“ Telephone’kan panggilan, dan adzan juga panggilan, jadi kalau ada panggilan pake suara ... “
“ Adzan, “
“ Nah. Itu sudah tahu “
Beberapa menit berjalan kemudian

            Rumah Jimmy dan Joni terbilang masih jauh dan suara adzan masih belum terdengar. Akhirnya Jimmy dan Joni memutuskan untuk ...
 “ Bagaimana kalau kita berbuka saja “ Saran Joni
Jimmy tiba-tiba mengambil ponselnya. Kemudian berkata “ Itu ide yang bagus. Tadi Aku lihat lampu di jalan itu mati, sepertinya listrik padam dan suara adzan tidak sampai ke telinga kita. Sepertinya adzan sudah berkumandang sejak kita baru keluar dari rumah Ucup, karena tidak ada panggilan masuk di ponselku, “
“ Kenapa Kau tidak mengatakannya dari tadi! “ Bentak Ucup sambil melayangkan pukulannya ke Jimmy.

            Akhirnya Jimmy dan Joni mendapatkan balasan dari perbuatannya yang membuat Ucup harus berhadapan dengan orang tuanya. Orang tua Ucup bahkan mengoceh dengan kecepatan 140 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan angin topan.

- Tamat –
Jika Kamu Tertarik Untuk Membuat Cerpen Yang Menarik, Artikel Ini Akan Sangat Membantu -> Tips dan Cara Membuat Cerpen


Jika Kamu Masih Mau Mencari Cerpen Lainnya, Yang Tidak Kalah Lucu Dengan Cerpen Di Atas, Silahkan Klik -> Kumpulan Cerpen

Sunday, 10 April 2016

Cerita Pendek / Cerpen Lucu Komedi

Cerita Pendek / Cerpen Lucu Komedi


Cerita Pendek / Cerpen Lucu Komedi – Cerita pendek atau cerpen sudah dikenal banyak kalangan di seluruh dunia, dari anak sampai yang dewasa. Dalam artikel ini akan membahas sedikit mengenai cerpen.

Cerpen adalah salah satu bentuk karya tulis. Seperti karya tulis lainnya, cerpen punya tujuan untuk menghibur pembacanya, tapi selain menghibur, cerpen juga bisa menambah ilmu, dan menurut study banyak membaca cerita bisa meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah.

Carpen memiliki beberapa jenis, ada komedi, horror, romance, dan sebangsanya. Selain itu, diwajibkan dalam sebuah cerpen mengandung unsure 5 W + 1 H, yah, saya yakin kamu udah tahu apa itu 5 W + 1 H.

Oke, sekarang kita ke contoh cerpennya.

Ghost Student

Namaku, Reno. Aku terjerat dalam masalah nilai jelek. Aku sudah berusaha, tapi masih belum berhasil, dan tidak ada orang yang bisa membantuku dengan nilaiku.

Aku bukanlah anak orang kaya, bukan juga anak orang pintar, bukan anak pejabat, dan aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang siswa yang berusaha mendapatkan prestasi.

Aku terus berjalan, dan tanpa aku sadari, aku sudah berada di gerbang sekolah yang berkarat. Sekolah ini memiliki dinding yang takterurus, banyak jendela yang pecah, dan WC bau tujuh rupa, di tambah awan yang mendung dan selalu menggerutu.

Aku berjalan manaiki tangga. Aku melihat sebuah penghapus yang tergeletak begitu saja dan mengambil penghapus itu. Saat aku berdiri Aku melihat sesosok pria pucat yang mematung di hadapanku. Matanya hitam dan Ia mengenakan seragam yang usang.

Aku mengabaikannya dan berjalan dengan tenang sampai dekat kelas. Aku langsung masuk ke kelasku dan menutup pintu rapat-rapat. Nafasku terengah-engah dan keringat dingin membasahi wajahku. Di kelas ini hanya ada aku

Setelah aku merasa aman, aku berjalan menuju bangkuku dan duduk disana.
Aku baru menyadari hantu yang tadi berada di sampingku. Aku sangat terkejut sampai aku melompat kebelakang. Kemudian aku bersujud sambil meminta ampun.

Dia menyuruhku menyimpan penghapus temuanku di jendela dan aku pun menurutinya. Dia berkata bahwa Ia bisa berada disini karena penghapus itu adalah barang yang dia miliki saat hidup disini. Itu adalah syarat supaya Dia bisa gentayangan disini.

Dia melayang perlahan menghampiriku. Kemudian bersujud dan memintaku untuk memembantunya. Aku sangat kebingungan dengan hal ini.

“ Kenapa Aku harus membantumu?, atau jangan-jangan kau ingin menjadi mengambil alih tubuhku?..! “ Teriakku panik sambil menunjuknya. Dia berdiri kemudian berkata bahwa dia adalah amatiran dan tidak bisa melakukannya.

“ Aku mau ... kau membantuku dalam ujian “ Pinta hantu itu sambil bersujud.
“ Hah?. Bagaimana aku bisa membantumu, nilaiku selalu jelek “ Ujarku.
“ Kau bisa membantuku dalam ujian praktek merasuki manusia “ Ucap Hantu itu.
Hantu itu berdiri dan berkata “ Sebagai gantinya Aku akan membantumu dalam ujian “.

Aku berpikir apakah Aku salah minum obat atau apalah, atau jangan-jangan aku sudah gila!. Tidak-tidak, aku masih perjaka, aku masih belum mau gila.
Di tengah lamunanku hantu itu menepuk bahuku dan berkata “ Ini kartu namaku, temui aku di WC sekolah yang paling kotor saat istirahat “.

Hantu itu melayang kemudian menabrak dinding sampah terjatuh.
 “ Aduh, Aku lupa caranya menembus dinding “ Ucap hantu itu sambil berdiri dan membuka pintu lalu pergi.

Aku duduk di bangkuku sambil membaca kartu yang hantu itu berikan.
Kartu itu berbunyi “ Nama : Ricky
Usia hantu : 4 tahun
Mati dengan cara : Terpeleset di WC
Jurusan : Menakuti “

“ Ini lebih mirip kartu pelajar “ Gerutuku pelan
“Kau tidak membaca apapun “ Tanya temanku Bagas yang anti hantu
“ Tidak, maksudku di sekolah ini tidak ada kartu pelajar “
“ Oh. Jika Kau menemukan hal yang berbau ghaib langsung beritahu aku “

Bel masuk pun berbunyi dan para murid langsung memasuki kelas. Pelajaran berjalan dengan biasa, hanya saja aku menjadi bisa melihat hantu. Ada beberapa hantu disini. Ada yang sedang menggoda murid supaya tidak belajar dengan berbagai cara, salah satunya adalah hantu yang aku sebut hantu ngeres karena Dia membisikan hal berbau ngeres kepada teman di belakangku.

Ada juga hantu di belakang yang sedang bermain kartu, yang kalah dalam permainan kartu itu harus menakuti guru agama.

Akhirnya bel istirahat berbunyi. Aku berjalan perlahan menuju WC. Aku membuka pintu WC dan mendapati segerombolan hantu yang sedang nongkrong.
“ Perkenalkan ini Bapak Pocong atau bisa di sebut Pacong. Dia adalah guru olahraga yang sering nongkrong bareng di sini “ Ujar Ricky sambil menunjuk seorang pocong.

Aku mengulurkan tanganku ke Pacong dan aku baru sadar dia tidak bisa berjabat tangan. Ricky juga memperkenalkanku dengan hantu bule dari Belanda yang menjadi guru spesialis membunuh.

Ricky berbisik kepadaku “ Aku sudah berbicara kepada teman-temanku kalau Aku akan masuk ke tubuhmu dan membuatmu kerasukan, jadi Kau berpura-pura kerasukan saat Aku menghilang “

Ricky melakukan persiapan kemudian tiba-tiba menghilang. Aku langsung berakting kesurupan. Aku bersujud kesakitan dan menggeram seperti harimau.
“ Bukankah kamu bilang mau keluarin suara serigala “ Ucap hantu bule
“ Eh Aaaau “ Ucapku berusaha mengaung seperti serigala. Tiba-tiba Ricky mencubit ekor bagian depanku kemudian aku mengaung seperti serigala yang ganas.

“ Sialan. Aku akan membunuhnya jika dia masih bisa di bunuh “ Gerutuku dalam hati.

Setelah kejadian menjengkelkan itu Aku kembali ke kelas karena bel masuk sudah tiba. Aku duduk di kursiku dan Bagas langsung menggebrak meja.

“ Aura ini tidak salah lagi ini aura- “
“ Aurakasih “ Ucapku memotong perkataan Bagas.
“ Aku serius. Kau sudah bekerjasama dengan hantukan!. Kita ini manusia, mereka adalah musuh abadi kita “ Ucap Bagas menceramahiku.

Guru killer yang memiliki sebutan Asep Kobra sudah datang. Dia disebut kobra karena saat Dia ceramah Dia selalu menyiram murid menggunakan ludahnya. Pak Asep membagikan kertas ulangan MTK dan saat pruit di tiup para murid langsung mengerjalan soal.

Ricky berbisik kepadaku bahwa Dia akan memberitahuku jawaban yang Dia dapatkan dari murid yang paling pintar. Aku menyalin jawabannya dan dapat menyelesaikan ujian ini tanpa keringat sedikitpun. Saat Aku berjalan perlahan keluar kelas untuk pulang Aku mendengar suara murid di belakangku yang berkata bahwa soal setiap murid berbeda, hatiku remuk saat mendengar hal itu.

Aku berlari mencari Ricky, tapi Aku malah bertemu dengan Bagas di lorong sekolah. Bagas menendang anuku kemudian berkata beberapa hal. Setelah itu Aku melihat Ricky yang mematung di hadapanku.

Ricky menyeringai dan berkata “ Kau sudah terikat denganku. Waktu Aku mencubit out zonemu untuk menandaimu, sekarang Aku bisa merasukimu dengan bebas “.

Aku membeku selama beberapa detik dan tidak terjadi apapun. Bagas muncul dari belokan lorong sambil membawa penghapus Ricky.
“ Aku sudah melakukan cara untuk menghapus tanda dari Reno. Dengan ini berakhir sudah! “ Teriak Bagas sambil melemparkan penghapur itu keluar sekolah. Ricky menjerit dan berubah menjadi debu.

Setelah kejadian itu Bagas dan Aku melakukan pembasmian besar-besaran di bantu guru agama. Sekolah kami pun perlahan berubah menjadi lebih baik. Awan yang suram mulai menglihang dan di ganti langit biru.

- Tamat –

Gimana cerpennya? Kalo mau komentar silahkan tulis komentarnya di bawah.

Jika Kamu Suka Dengan Cerita Di Atas, Kamu Pasti Suka Juga Dengan Cerita Ini -> Kumpulan Cerita Lucu


Dan Jika Kamu Berniat Membuat Cerpen, Tips-Tips ini Bisa Sangat Membanyu -> Tips Cara Membuat Cerpen

Viral Wisuda Madrasah

   Viral Joget Tiktok di Wisuda Madrasah