Cerita Horor Penakut Dilarang Masuk

04:02
Cerita Horor Penakut Dilarang Masuk

Cerita Horor Penakut Dilarang Masuk

Cerita Horor Penakut Dilarang Masuk - Cerita merupakan karya sastra atau karya tulis yang banyak digemari. selain itu genre atau jenisnya pun ada banyak, ada horror, komedi, romance, dan sebagainya. Nah dalam artikel kali ini, saya mau membagikan salah satu cerita horor, yang ... bisa dibilang bikin mimpi buruk.

Oke, langsung aja ke ceritanya, selamat menikmati!

Dia Akan Datang
Oleh : Muhammad Salman Alparizzi


            Apa kamu bisa mengingat mimpimu?. Sebagian besar orang memang selalu melupakan mimpi yang mereka alami saat mereka terlelap, tapi mimpi buruk berbeda. Mimpi buruk selalu diingat oleh orang yang mengalaminya. Bahkan mimpi buruk terkadang meracuni pikiran orang yang dihampirinya.

            Aku pernah mengalami mimpi buruk, sangat buruk. Meskipun mimpi itu sangat menyeramkan, tapi aku hanya bisa mengingat sebagian kecilnya saja. Awalnya di mimpiku ada yang salah paham terhadapku. Kemudian aku bersembunyi dari sesuatu. Lalu aku bertemu dengan orang yang membawa kabar buruk.
           
            Aku sedang berduaan dengan novel horor yang baru aku beli. Mataku terus bergerak dari satu kata ke kata selanjutnya. Tanganku terus membuka lembaran demi lembaran kertas. Sampai akhirnya tidak terasa aku sudah selesai membaca novelku. Aku melempar pandanganku ke jam dinding yang memberitahuku bahwa sekarang sudah jam 7 malam. Aku beranjak dari tempat tidurku. Kemudian melangkahkan kaki menuju dapur.

            Aku berjalan melewati ruang tamu untuk sampai ke dapur. Mataku tidak sengaja melihat seorang perempuan dengan rambut coklat sebahu sedang duduk manis di sofa.
“Tamu dari mana?” pikirku dalam hati, tapi akhirnya aku masa bodo dengan wanita itu. Aku terus berjalan menuju dapur.

            Seperti biasa, aku mencuci tanganku di tempat cuci piring. Tiba-tiba saja pandanganku secara otomatis beralih ke samping kiriku. Aku melihat wanita itu sedang menatapku dalam. Aku langsung berjalan mundur, menciptakan jarak antara kami berdua. Dia perlahan tersenyum kepadaku. Rasanya aku pernah melihatnya.

            Semua lampu tiba-tiba mati menyala terus menerus. Rasa ketakutan langsung menyelimutiku. Aku berlari sekencang yang aku bisa, menuju pintu keluar. Akhirnya aku sampai di pintu keluar. Dengan nafas terengah-engah aku berusaha membuka pintu penyelamat itu, tapi sialnya pintu itu terkunci. Sepertinya orang tuaku mengira kalau aku tidak ada di rumah.

            Tiba-tiba telingaku memberitahuku bahwa ada yang berjalan menghampiriku. Aku langsung memutar leherku kebelakang dan melempar pandanganku ke sumber suara. Aku mendapati wajah hantu itu tepat di depan wajahku. Aku melihat matanya yang bolong dan seringainya yang mengerikan. Sontak aku langsung terjatuh oleh rasa terkejut dan takut. Kemudian aku perlahan merangkak menjauhi hantu itu. Dia terus memutar lehernya ke arahku. Lalu aku langsung melangkahkan kaki dengan cepat menjauhi hantu itu.

            Setelah berlari lumayan jauh, aku memutuskan untuk bersembunyi di bawah meja. Dengan nafas terengah-engah aku berusaha menenangkan diri, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa memikirkan apapun. Otakku benar-benar dipenuhi ketakutan yang luar biasa.

            Aku melihat kaki melayang melewatiku perlahan, tapi kaki itu tiba-tiba terhenti di tengah jalan, sebelum akhirnya dia melewatiku begitu saja. Aku akhirnya mengembuskan nafas lega. Tiba-tiba hantu itu mengejutkanku dengan kepalanya mengintip dari atas meja sambil berteriak kencang. Jantungku terasa mau hancur karena terkejut. Hantu itu perlahan berusaha meraih tubuhku.  Aku bergerak mundur berusaha menjauhi tangannya. Tangannya sedikir lagi menggapaiku. Tiba-tiba tangan hantu yang satunya lagi menangkapku dari belakang. Dia manarikku keluar dari meja, dan menghempaskanku ke dinding.

            Aku perlahan berusaha bangkit sambil terus menatap hantu yang membungkuk di atas meja yang tersorot cahaya mati menyala dari lampu di atasnya. Wajah pucatnya yang berpadu dengan rambut hitam berantakanm menambah keseramannya. Dia perlahan membuka mulutnya, memamerkan giginya yang seperti gergaji.
“Apa yang kau mau dariku?. Keluar dari sini!. Jangan ganggu aku!. Pergi!!” teriakku kesal
Hantu itu membalas ucapanku dengan teriakkan melengking yang menusuk gendang telingaku. Aku menutup telingaku menggunakan telapak tanganku, tapi suara itu tetap menusuk ke dalam telingaku. Kemudian hantu itu melayang pergi menembus dinding, bersamaan dengan suaranya yang perlahan menghilang.

            Tiba-tiba saja pintu terbuka dan lampu menyala dengan normal. Aku perlahan berdiri. Kemudian melangkahkan kaki keluar dari rumah ini. Aku mendapati ibuku bersama dengan barang belanjaannya. Aku menatap ibuku dalam. Saranya senang sekali. Aku tidak bisa menjelaskan perasaanku ini, yang jelas aku sangat senang.
“Kamu kenapa, nak?” tanya ibuku khawatir
“Tadi ada yang mencari kamu, tapi sekarang dia malah tidak ada,” ucap ibuku sambil menaruh barang belanjaanya di dekat pintu. Aku melihat hantu yang tadi, sedang berdiri di belakang ibuku sambil melambaikan tangannya kepadaku.
“Pertama, ibu salah paham terhadapku, ibu beranggapan kalau aku tidak ada di rumah. Kemudian aku bersembunyi dari sesuatu. Lalu ibu datang membawa kabar buruk. Rasanya aku pernah mengalami hal ini. Akhirya aku ingat, aku pernah mengalami hal ini di mimpiku,” ucapku pelan
“Kamu kenapa jadi aneh begitu?. Ibu sedang buru-buru, jadi ibu tinggal lagi ya.” Ucap ibuku sambil berjalan meninggalkanku. Entah kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suara untuk menahan ibuku pergi atau berusaha menahannya. Sekujur tubuhku rasanya kaku.

            Akhirnya aku ingat serpihan kecil dari mimpiku. Di akhir mimpiku, aku mati secara mengenaskan dengan usus keluar dari tubuhku dan luka yang menghiasi sekujur tubuhku.
“Kenapa aku mengalami semua hal ini?. Kenapa aku bermimpi seperti itu?”
“Datanglah, datanglah. Bawa mimpi yang sama. Datanglah, datanglah. Bawa akhir yang sama” aku ingat aku membaca mantra itu dalam hati, pada sebuah cerita yang berjudul “Dia Akan Datang”, sebelum akhirnya mimpi buruk itu menghampiriku, dan disusul oleh hantu itu.

            Aku memutar mataku ke hantu itu. Dia melayang menghampiriku perlahan. Aku rasa aku tidak perlu menjelaskan akhir dari kisahku, karena nanti kau juga akan mengalami akhir yang sama denganku. Selamat tidur, semoga kau bermimpi buruk.


- Tamat -

Gimana ceritanya?? Ditunggu komentar yang 'sopan'nya, ya :)

Eits, jangan kabur dulu, baca-baca cerita yang lainnya dong, biar tambah merinding and rame

I'm NOT a Monster!!! (Psychopath story)
Five Days At Fredy (Boneka Hantu)
Liburan Pembawa Kesenangan Dalam Kematian
200 Berbanding 2 (Cerita Hantu)

Mencoba bertahan hidup di dunia yang tenggelam dalam lumpur ini ...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »